• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Stop Fitnah
Advertisement
  • Home
  • Kabar
    • Nasional
    • Regional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sosbud
    • Hankam
  • Fakta
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Kabar
    • Nasional
    • Regional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sosbud
    • Hankam
  • Fakta
  • Infografis
No Result
View All Result
Stop Fitnah
No Result
View All Result
Home Kabar

Pengamat Sebut Majunya Anne ratna Mustika di Pilbup Purwakarta Tak Etis

3 May 2018
in Kabar, Nasional
0
Pengamat Sebut Majunya Anne ratna Mustika di Pilbup Purwakarta Tak Etis
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Pengamat Politik Universitas Padjajaran (Unpad) Idil Akbar menilai majunya Anne Ratna Mustika pada Pilbup Purwakarta 2018 kurang etis. Pasalnya pada saat bersamaan, sang suami Dedi Mulyadi sedang mengadu peruntungan maju sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Barat. Ditambah Demul, sapaan akrab Dedi Mulyadi, menjabat Bupati Purwakarta sebelumnya.

Idil mengatakan, setiap warga negara berhak mencalonkan diri. Namun secara etika politik, keberlangsungan pemerintahan oleh satu keluarga besar tidak layak dilakukan. Terlebih politik dinasti diindikasikan menyebabkan terjadinya korupsi, seperti yang terjadi di daerah lain.

”Demokrasi tidak ada batasan siapa yang akan maju, punya kaitan darah keluarga atau apa. Demokrasi membuka ruang untuk dipilih dan memilih. Problem masuk pada etika. Kebijakan dinasti menyuburkan korupsi. Apalagi banyak kerawanan politik yang muncul dari politik jenis dinasti ini,” kata Idil, Selasa (1/5).

Menurut Idil, dinasti politik sering menjadi perdebatan politisi karena berbenturan dengan etika, sementara demokrasi politik harus beretika. Politisi harus melihat sebagai hal utama, tetapi bukan menutup hak warga.

Dalam konteks etika, kata Idil, dinasti politik bisa saja selama ada jaminan ketiadaan korupsi kolusi nepotisme (KKN). “Tapi sejauh ini belum ada yang menjamin hal ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, apakah akan membangun dinasti selanjutnya? Idil menunjuk Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, yang telah meneruskan tradisi ini. Kondisi tersebut malah memunculkan keluarga yang menguasai hajat hidup banyak orang. “Dinasti politik jangan memunculkan kerajaan baru,” tuturnya.

Idil mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mengawasi para kepala daerah yang melakukan politik dinasti, termasuk Dedi Mulyadi bersama Anne Ratna Mustika. “Logikanya begini, petahana akan mempertahankan kekuasaan,” jelasnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Parahyangan (Unpar) Asep Warlan Yusuf mengatakan, majunya Anne Ratna Mustika tidak bisa disebut dinasti politik. Namun ketika Anne Ratna Mustika memantapkan diri maju sebagai Calon Bupati Purwakarta berkat mengantongi dukungan dari enam partai, yakni Golkar, Demokrat, PKB, Hanura, Nasdem, dan PAN, keluarga ini mengindikasikan terjadi dinasti politik.

“Bu Anne Ratna ini meneruskan kekuasaan suaminya di Purwakarta. Jelas hal itu indikasi dinasti politik di Purwakarta. Memang dinasti itu levelnya sudah tahap kedua. Bapak ke istri masih satu tahap, kalau ke anak atau adik baru dinastinya kerasa. Sementara ini baru indikasi. Kata dinasti satu kelompok keluarga besar,” kata Asep.

Asep megakui, dinasti politik sah terjadi di Indonesia. Pasalnya, secara konstitusi setiap warga negara berhak berpartisipasi dalam kontestasi pilkada serentak. “Dinasti poltik sah-sah saja. Memang MK pernah menyatakan suami istri ke bawah tidak boleh ikut pilkada saat petahana berakhir, namun dibatalkan. Jadi (dinasti politik) boleh,” ungkapnya.

Asep menuturkan, dampak negatif dinasti politik adalah membatasi partisipasi dan kaderisasi putra daerah dan kader partai politik. Karena itu, dinasti politik harus dihindari karena kegagalannya mengecewakan masyarakat. Termasuk menutup demokratisasi di daerah bersangkutan.

“Majunya Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar dan Anne Ratna di Purwakarta tidak serta merta akan memudahkan keduanya bisa menang mudah. Keduanaya terjun kampanye di waktu yang sama. Bisa produktif, bahkan kontraproduktif. Cuma perlu diperhatikan oleh pihak-pihak tertentu,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, Idil meminta pemerintah membuat aturan baru mengenai politik dinasti. Dalam aturan tersebut, keluarga petahana tidak boleh mencalonkan diri selama satu periode sehingga tidak melanggar hak berdemokrasi.

“Harus ada ketegasan, masuk undang-undang. Sejaun ini undang-undang belum menyatakan secara konkrit soal dinasti politik. Minimal mencegah urutan mereka yang akan maju. Kalau tahun ini suami maju, maka keluarga yang berhubungan harus ditunda satu periode. Ini pun tidak mengebiri hak warga dalam politik,” ungkapnya.

Idil menuturkan, dirinya tidak bisa mengatakan ada kerugian langsung kepada rakyat. Namun dalam jangka panjang akan terasa karena kekuasaan dan hajat hidup orang banyak dikuasai jangka panjang oleh keluarga.

“Perputaran kekuasaan terjadi di keluarga, menutup potensi orang lain untuk bisa maju terpilih. Sirkulasi kekuasaan demokrasi jadi bermasalah bagi rakyat. Ini kerugian cukup besar,” pungkasnya.

Tags: AnneDedi Mulyadidinasti PolitikPengamat
Previous Post

Prabowo Ikut Turun untuk Menangkan Gus Ipul-Puti

Next Post

BMI Siap Bersinergi dengan Partai Demi Kemenangan Ganjar di Pilgub Jateng

Related Posts

Akademisi: Ajukan Banding Atas Putusan, HTI Ingkari Doktrin
Kabar

Akademisi: Ajukan Banding Atas Putusan, HTI Ingkari Doktrin

7 May 2018
PTUN Sahkan Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia
Kabar

PTUN Sahkan Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia

7 May 2018
Gus Ipul: Pemerintah harus Memihak Pengembangan Sistem Pendidikan di Pesantren
Kabar

Gus Ipul: Pemerintah harus Memihak Pengembangan Sistem Pendidikan di Pesantren

7 May 2018
Empat Komunitas di Kota/Kabupaten Magelang Deklarasi Dukung Ganjar-Yasin
Kabar

Empat Komunitas di Kota/Kabupaten Magelang Deklarasi Dukung Ganjar-Yasin

7 May 2018
Dukung Hasanah, Megawati Ingatkan Warga Jabar Tak Salah pilih
Kabar

Dukung Hasanah, Megawati Ingatkan Warga Jabar Tak Salah pilih

7 May 2018
Anggota DPR: Seribu Dewi Gus Ipul-Puti Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Politik

Anggota DPR: Seribu Dewi Gus Ipul-Puti Gerakkan Ekonomi Masyarakat

6 May 2018
Next Post
BMI Siap Bersinergi dengan Partai Demi Kemenangan Ganjar di Pilgub Jateng

BMI Siap Bersinergi dengan Partai Demi Kemenangan Ganjar di Pilgub Jateng

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tangkal Hoax

Blog Hoax Catut Megawati Tak Butuh Suara Umat Muslim Menyebar

3 May 2018
Situs Temp0-Info Muat Berita Hoax Terkait PDIP dan Azan

Situs Temp0-Info Muat Berita Hoax Terkait PDIP dan Azan

3 May 2018
Sebut 89% Warganet Pilih Presiden Baru, Polling Pilpres 2019 di Twitter Tak Valid

Sebut 89% Warganet Pilih Presiden Baru, Polling Pilpres 2019 di Twitter Tak Valid

3 May 2018
Terungkap! Kisah Cinta Sang Mantan Panglima Yang Miliki Tiga Isteri

Terungkap! Kisah Cinta Sang Mantan Panglima Yang Miliki Tiga Isteri

3 May 2018
Akademisi: Ajukan Banding Atas Putusan, HTI Ingkari Doktrin

Akademisi: Ajukan Banding Atas Putusan, HTI Ingkari Doktrin

0
Survei Polmark: Masyarakat Setuju Jokowi Berpasangan Dengan Budi Gunawan

Survei Polmark: Masyarakat Setuju Jokowi Berpasangan Dengan Budi Gunawan

0
Tangkal Hoax

Blog Hoax Catut Megawati Tak Butuh Suara Umat Muslim Menyebar

0
Waspada Fitnah! PDIP Tegaskan Berita Tak Butuh Suara Umat Islam Adalah Hoax

Waspada Fitnah! PDIP Tegaskan Berita Tak Butuh Suara Umat Islam Adalah Hoax

0
Akademisi: Ajukan Banding Atas Putusan, HTI Ingkari Doktrin

Akademisi: Ajukan Banding Atas Putusan, HTI Ingkari Doktrin

7 May 2018
PTUN Sahkan Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia

PTUN Sahkan Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia

7 May 2018
Gus Ipul: Pemerintah harus Memihak Pengembangan Sistem Pendidikan di Pesantren

Gus Ipul: Pemerintah harus Memihak Pengembangan Sistem Pendidikan di Pesantren

7 May 2018
Empat Komunitas di Kota/Kabupaten Magelang Deklarasi Dukung Ganjar-Yasin

Empat Komunitas di Kota/Kabupaten Magelang Deklarasi Dukung Ganjar-Yasin

7 May 2018

Recent News

Akademisi: Ajukan Banding Atas Putusan, HTI Ingkari Doktrin

Akademisi: Ajukan Banding Atas Putusan, HTI Ingkari Doktrin

7 May 2018
PTUN Sahkan Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia

PTUN Sahkan Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia

7 May 2018
Gus Ipul: Pemerintah harus Memihak Pengembangan Sistem Pendidikan di Pesantren

Gus Ipul: Pemerintah harus Memihak Pengembangan Sistem Pendidikan di Pesantren

7 May 2018
Empat Komunitas di Kota/Kabupaten Magelang Deklarasi Dukung Ganjar-Yasin

Empat Komunitas di Kota/Kabupaten Magelang Deklarasi Dukung Ganjar-Yasin

7 May 2018
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2017 StopFitnah.Com

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabar
  • Fakta
  • Infografis

© 2017 StopFitnah.Com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In