• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Stop Fitnah
Advertisement
  • Home
  • Kabar
    • Nasional
    • Regional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sosbud
    • Hankam
  • Fakta
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Kabar
    • Nasional
    • Regional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sosbud
    • Hankam
  • Fakta
  • Infografis
No Result
View All Result
Stop Fitnah
No Result
View All Result
Home Kabar

Realisasi Reformasi Agraria dan Perhutanan Sosial Jokowi Mencapai 2.1115.060 Hektar Lahan

13 November 2018
in Kabar, Nasional
0
Realisasi Reformasi Agraria dan Perhutanan Sosial Jokowi Mencapai 2.1115.060 Hektar Lahan
1
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Konferensi Tenurial Reformasi Penguasaan Tanah dan Pengelolaan Hutan Indonesia Tahun 2017 di Istana Negara, Rabu (25/10) pagi. Mengawali sambutan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa di awal tahun pemerintah telah menetapkan fokus tahun 2017 adalah pemerataan ekonomi dan salah satu cara untuk mencapainya melalui reforma agraria dan perhutanan sosial.

“Semangat reforma agraria dan perhutanan sosial adalah bagaimana lahan, bagaimana hutan yang merupakan bagian dari sumber daya alam Indonesia dapat diakses oleh rakyat, dapat diakses oleh masyarakat, dan dapat menghadirkan keadilan ekonomi dan menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat,” tutur Presiden Jokowi.

Biasanya setiap tahun, lanjut Presiden, dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) itu hanya diserahkan pada masyarakat 400 ribu-500 ribu sertifikat di seluruh Indonesia. Untuk tahun ini, Presiden sampaikan telah perintahkan kepada Menteri ATR/Kepala BPN untuk serahkan 5 juta sertifikat, tahun depan 7 juta, dan tahun berikutnya 9 juta sertifikat lagi kepada masyarakat.

“Untuk apa? Supaya masyarakat memiliki pegangan status hukum hak atas tanah dan tidak lagi terjadi sengketa di mana mana, sengketa lahan dan sengketa tanah di mana-mana. Ini yang saya dengar setiap saya ke daerah, setiap saya ke provinsi, ke desa selalu yang disampaikan masalah sengketa lahan. Antara masyarakat adat dengan pemerintah, masyarakat adat dengan perusahaan, antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan perusahaan,” tambah Kepala Negara.

Masalah tanah ini, menurut Presiden, jika tidak diselesaikan sampai kapanpun ada sengketa-sengketa, benturan-benturan seperti itu akan terjadi terus. Hal ini disebabkan, lanjut Presiden, penguasaan tanah/lahan dan tata pemerintahannya merupakan komponen utama dalam memberikan kesempatan kepada kelompok marginal, kelompok yang membutuhkan.

“Untuk membuka kesempatan baru ekonomi rakyat berdasarkan prinsip-prinsip keadilan dan kelestarian menuju pembangunan yang berkeadilan. Karena itu, pemerintah menargetkan alokasi untuk perhutanan sosial 12,7 juta hektar, termasuk juga reforma agraria, 12,7 juta hektar,” papar Presiden seraya menyampaikan bahwa peruntukannya bagi kelompok-kelompok masyarakat masyarakat marginal atau non elit.

Kelompok non elit, menurut Presiden, adalah masyarakat yang membutuhkan akses dan keadilan ekonomi sehingga ketimpangan kesejahteraan bisa ditekan. Melalui penyelenggaraan Konferensi Internasional Tenurial 2017 ini, Presiden mengharapkan dapat diambil suatu kesempatan untuk menyinergikan masyarakat sipil dengan kementerian dan lembaga dalam rangka percepatan program pemerataan ekonomi.

“Selain itu, saya harap konferensi ini akan lahir hasil nyata, rumusan peta jalan yang dapat diterapkan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat sipil, dan para pelaku usaha dalam rangka mempercepat program refroma agraria dan perhutanan sosial. Dan terutama peta jalan yang dapat menunjukkan arah yang pasti dan berkelanjutan untuk memberikan kesempatan yang lebih besar kepada rakyat, kesempatan yang lebih besar pada masyarakat,” ungkap Presiden Jokowi.

Hari ini, Presiden menegaskan pengakuan hutan adat yang secara keseluruhan pada 9 (sembilan) kelompok masyarakat hukum adat dan diresmikan pengakuan hutan adatnya dengan area seluas 3.341 hektar. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memberikan secara langsung hak pengelolaan hutan desa kepada 9 lembaga pengelola hutan desa, seluas 80.228 hektar.

Saat sesi dialog, Presiden sampaikan juga kepada pengelola hutan adat untuk belajar dari desa-desa atau ke pengelola hutan adat lain yang sudah mempraktikkan, baik dari sisi konservasi maupun bisnisnya dapat berjalan beriringan bersama-sama.

“Bisa dilihat nanti yang di Yogya-Klaten, bisa dilihat. Kemudian buat business plan, rencana bisnisnya seperti apa, rencana untuk konservasinya merawat dan memelihara hutannya seperti apa, kebutuhan anggarannya berapa sehingga menjadi jelas. Jangan sampai ini sudah diserahkan kemudian hutannya tidak produktif, percuma,” Presiden menegaskan.

Tujuan pengelolaan hutan ini, menurut Presiden, agar lebih produktif, entah untuk hutan wisata maupun airnya bisa dimanfaatkan untuk dijual, dan memberikan income kepada masyarakat yang ada di sekitar hutan ini. “Jangan sampai sudah diserahkan tidak mendapatkan manfaat apa-apa, percuma ini. Karena ini nanti yang mau kita serahkan ini akan semakin banyak. Cek bener, sudah enggak ada masalah sengketa, langsung diberikan. Dan ini gede-gede loh ya, 1.400 hektar itu gede banget loh, gede sekali,” pungkas Presiden Jokowi.

Tags: Jokowi
Previous Post

TKN: Ma'ruf Pakai Bahasa Kiasan 'Buta' dan 'Budek' Sindir Kubu Lawan

Next Post

Dana Kelurahan Rp3 Triliun Siap Dicairkan Atasi Persoalan Warga

Related Posts

Polri Ingatkan Panitia Pertimbangkan Untung Rugi Reuni 212
Kabar

Polri Ingatkan Panitia Pertimbangkan Untung Rugi Reuni 212

18 November 2018
Presiden: NKRI Besar, Jangan Rusak karena Pilkada
Kabar

Jaringan Santri Nasional di Bandung Gelar Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf

16 November 2018
Bawaslu Harus Periksa Prabowo-Sandiaga Terkait Hoaks Ratna Sarumpaet
Kabar

SBY dan Megawati Ingatkan Gerindra Berkaca Sebelum Tagih Janji Kampanyekan untuk Pilpres

16 November 2018
Dukung Pertumbuhan UMKM, Pemerintah Fasilitasi 109 UMKM Ikut Pameran di Luar Negeri
Ekonomi

Dukung Pertumbuhan UMKM, Pemerintah Fasilitasi 109 UMKM Ikut Pameran di Luar Negeri

16 November 2018
Libatkan Anak di Aksi Bela Tauhid, TKN laporkan Timses Prabowo Sandi ke Bawaslu
Kabar

Libatkan Anak di Aksi Bela Tauhid, TKN laporkan Timses Prabowo Sandi ke Bawaslu

14 November 2018
Ma’ruf Tegaskan “Buta dan Tuli” Perumpamaan, Fadli Zon Malah Provokasi
Kabar

Ma’ruf Tegaskan “Buta dan Tuli” Perumpamaan, Fadli Zon Malah Provokasi

14 November 2018
Next Post
Dana Kelurahan Rp3 Triliun Siap Dicairkan Atasi Persoalan Warga

Dana Kelurahan Rp3 Triliun Siap Dicairkan Atasi Persoalan Warga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tangkal Hoax

Blog Hoax Catut Megawati Tak Butuh Suara Umat Muslim Menyebar

13 November 2018
Situs Temp0-Info Muat Berita Hoax Terkait PDIP dan Azan

Situs Temp0-Info Muat Berita Hoax Terkait PDIP dan Azan

13 November 2018
Kasihan! Surat Pengajuan Bertemu Prabowo, Amien Rais dan Rizieq Ditolak Pangeran Saudi

Kasihan! Surat Pengajuan Bertemu Prabowo, Amien Rais dan Rizieq Ditolak Pangeran Saudi

13 November 2018
Sebut 89% Warganet Pilih Presiden Baru, Polling Pilpres 2019 di Twitter Tak Valid

Sebut 89% Warganet Pilih Presiden Baru, Polling Pilpres 2019 di Twitter Tak Valid

13 November 2018
Polri Ingatkan Panitia Pertimbangkan Untung Rugi Reuni 212

Polri Ingatkan Panitia Pertimbangkan Untung Rugi Reuni 212

0
Survei Polmark: Masyarakat Setuju Jokowi Berpasangan Dengan Budi Gunawan

Survei Polmark: Masyarakat Setuju Jokowi Berpasangan Dengan Budi Gunawan

0
Tangkal Hoax

Blog Hoax Catut Megawati Tak Butuh Suara Umat Muslim Menyebar

0
Waspada Fitnah! PDIP Tegaskan Berita Tak Butuh Suara Umat Islam Adalah Hoax

Waspada Fitnah! PDIP Tegaskan Berita Tak Butuh Suara Umat Islam Adalah Hoax

0
Polri Ingatkan Panitia Pertimbangkan Untung Rugi Reuni 212

Polri Ingatkan Panitia Pertimbangkan Untung Rugi Reuni 212

18 November 2018
Implementasi JKN-KIS Jamin 92,4 Juta Masyarakat Miskin dan Tidak Mampu

Implementasi JKN-KIS Jamin 92,4 Juta Masyarakat Miskin dan Tidak Mampu

18 November 2018
Presiden: NKRI Besar, Jangan Rusak karena Pilkada

Jaringan Santri Nasional di Bandung Gelar Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf

16 November 2018
Bawaslu Harus Periksa Prabowo-Sandiaga Terkait Hoaks Ratna Sarumpaet

SBY dan Megawati Ingatkan Gerindra Berkaca Sebelum Tagih Janji Kampanyekan untuk Pilpres

16 November 2018

Recent News

Polri Ingatkan Panitia Pertimbangkan Untung Rugi Reuni 212

Polri Ingatkan Panitia Pertimbangkan Untung Rugi Reuni 212

18 November 2018
Implementasi JKN-KIS Jamin 92,4 Juta Masyarakat Miskin dan Tidak Mampu

Implementasi JKN-KIS Jamin 92,4 Juta Masyarakat Miskin dan Tidak Mampu

18 November 2018
Presiden: NKRI Besar, Jangan Rusak karena Pilkada

Jaringan Santri Nasional di Bandung Gelar Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf

16 November 2018
Bawaslu Harus Periksa Prabowo-Sandiaga Terkait Hoaks Ratna Sarumpaet

SBY dan Megawati Ingatkan Gerindra Berkaca Sebelum Tagih Janji Kampanyekan untuk Pilpres

16 November 2018
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2017 StopFitnah.Com

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabar
  • Fakta
  • Infografis

© 2017 StopFitnah.Com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In