• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Stop Fitnah
Advertisement
  • Home
  • Kabar
    • Nasional
    • Regional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sosbud
    • Hankam
  • Fakta
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Kabar
    • Nasional
    • Regional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sosbud
    • Hankam
  • Fakta
  • Infografis
No Result
View All Result
Stop Fitnah
No Result
View All Result
Home Kabar Politik

Terungkap, Mahar Gerindra Membuat Kepala Daerah Harus Berhutang

16 January 2018
in Politik
0
Terungkap, Mahar Gerindra Membuat Kepala Daerah Harus Berhutang
0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Politik transaksional yang dilakukan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) terhadap mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti membuka kedok dunia politik oleh Gerindra. Sebuah preseden dan pendidikan politik yang buruk karena politik itu ibarat perampok berkedok polisi.

Seperti yang dikatakan Saiful Huda Ems. Dalam tulisannya yang dimuat dalam redaksiindonesia.com, Saiful menyebut, politik mahar menjadikan calon kepala daerah tidak independen dan idealis.

Duit yang dikeluarkan oleh calon kepala daerah untuk mahar, membuat kepala daerah harus berputar otak mengembalikan mahar ketika terpilih. Hal itu sangat merugikan untuk masyarakat sebagai pemilih dari kepala daerah tersebut. Kebijakan yang diambil kepala daerah akan pragmatis. Visi dan misi yang sudah diungkap kepala daerah saat kampanye akan terpasung.

Saiful kemudian membandingkan politik yang terjadi di luar negeri. Para politisi yang mau maju mencalonkan diri sebagai pemimpin, tidak akan dimintai uang oleh ketua partai untuk menjaga idealisme dan independensinya.

Warga yang akan mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah atau Kepala Negara akan didanai oleh pengusaha-pengusaha yang tertarik dengan visi misinya. Dengan demikian sang calon akan fokus bekerja tanpa dibebani oleh keinginan untuk mengembalikan modal, karena semua uang untuk kegiatan politik menjelang dan selama kampanye didapat dari para pendukungnya.

Sistem demikian menjadikan calon konstituen akan dengan mudah dapat melihat siapa-siapa penyumbang dana untuk semua calon. Jika konstituen berpikir para donatur dan calon itu visinya sama dengan mereka, maka mereka akan mendukung. Demikian pa jika yang terjadi sebaliknya, mereka tak kan mendukung atau memilih.

Praktik demokrasi tersebut terbukti dapat meminimalisir politik kepentingan pribadi, karena semua calon rata-rata maju mencalonkan diri murni hanya bermodalkan ide atau gagasan.

Berikut tulisan lengkap Saiful:

Setelah milyaran uangnya diperas oleh bos partainya sekarang sang bakal calon Kepala Daerah marah-marah. Kan sudah sering saya katakan, dia itu perampok berkedok politisi, kenapa baru banyak yang mulai sadar sekarang?.

Di luar negeri para politisi yang mau maju mencalonkan diri sebagai pemimpin, dia tidak akan dimintai uang oleh ketua partai untuk menjaga idealisme dan independensinya.

Seorang yang hendak mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah atau Kepala Negara akan didanai oleh pengusaha-pengusaha yang tertarik dengan visi misinya.

Dengan demikian sang calon akan fokus bekerja tanpa dibebani oleh keinginan untuk mengembalikan modal, karena semua uang untuk kegiatan politik menjelang dan selama kampanye didapat dari para pendukungnya.

Calon konstituen akan dengan mudah dapat melihat siapa-siapa penyumbang dana untuk semua calon, kalau konstituen berpikir para donatur dan calon itu visinya sama dengan mereka, maka mereka akan mendukung. Pun demikian jika yang terjadi sebaliknya mereka tak kan mendukung atau memilih.

Praktik pesta demokrasi di luar negeri khususnya yang ada di Barat yang seperti itu terbukti dapat meminimalisir politik kepentingan pribadi, karena semua calon rata-rata maju mencalonkan diri murni hanya bermodalkan ide atau gagasan.

Tidak seperti kebanyakan yang terjadi di negeri ini, para calon Kepala Daerah atau Kepala Negara sebelum dicalonkan harus membayar mahar milyaran rupiah ke elit partainya. Ini sebenarnya mereka mau diusung oleh partainya menjadi calon pemimpin atau jadi calon perampok?..

Previous Post

Kecewa dengan Prabowo, Pendukung La Nyalla Keluar dari Gerindra

Next Post

Tangkap Oknum Pemilik Akun FB Afrizal Efendi, Penyebar Kebencian Dan Fitnah

Related Posts

Alumni 212 Pemecah Belah Persatuan Kini Tercerai Berai
Politik

Alumni 212 Pemecah Belah Persatuan Kini Tercerai Berai

16 January 2018
Wow! Modal Jadi Patokan Awal Prabowo Tentukan Calon Gubernur
Politik

Wow! Modal Jadi Patokan Awal Prabowo Tentukan Calon Gubernur

13 January 2018
PKPI Berbalik Dan Alihkan Dukungan Ke Djarot-Sihar di Pilkada Sumut
Nasional

PKPI Berbalik Dan Alihkan Dukungan Ke Djarot-Sihar di Pilkada Sumut

11 January 2018
Presiden Jokowi Persilahkan Kandidat Pilkada Bersaing Secara Sehat
Politik

Presiden Jokowi Persilahkan Kandidat Pilkada Bersaing Secara Sehat

9 January 2018
Pigai Fitnah Megawati Lakukan Politik Primordial
Politik

Pigai Fitnah Megawati Lakukan Politik Primordial

9 January 2018
Tendensius, Megawati Dituding Rendahkan Jokowi
Politik

Tendensius, Megawati Dituding Rendahkan Jokowi

9 January 2018
Next Post
Tangkap Oknum Pemilik Akun FB Afrizal Efendi, Penyebar Kebencian Dan Fitnah

Tangkap Oknum Pemilik Akun FB Afrizal Efendi, Penyebar Kebencian Dan Fitnah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tangkal Hoax

Blog Hoax Catut Megawati Tak Butuh Suara Umat Muslim Menyebar

16 January 2018
Ustadz Irfan S Awwas Termakan Provokasi Informasi Hoax Terkait PDI-P

Ustadz Irfan S Awwas Termakan Provokasi Informasi Hoax Terkait PDI-P

16 January 2018
Waspada Fitnah! PDIP Tegaskan Berita Tak Butuh Suara Umat Islam Adalah Hoax

Waspada Fitnah! PDIP Tegaskan Berita Tak Butuh Suara Umat Islam Adalah Hoax

16 January 2018
Kembali Berulah, Veronica Koman Sebar Hoax Berita Papua Mencekam

Kembali Berulah, Veronica Koman Sebar Hoax Berita Papua Mencekam

16 January 2018
Artikel Ini Provokatif Soal E-Voting Pileg dan Pilpres 2019

Artikel Ini Provokatif Soal E-Voting Pileg dan Pilpres 2019

0
Survei Polmark: Masyarakat Setuju Jokowi Berpasangan Dengan Budi Gunawan

Survei Polmark: Masyarakat Setuju Jokowi Berpasangan Dengan Budi Gunawan

0
Tangkal Hoax

Blog Hoax Catut Megawati Tak Butuh Suara Umat Muslim Menyebar

0
Waspada Fitnah! PDIP Tegaskan Berita Tak Butuh Suara Umat Islam Adalah Hoax

Waspada Fitnah! PDIP Tegaskan Berita Tak Butuh Suara Umat Islam Adalah Hoax

0
Artikel Ini Provokatif Soal E-Voting Pileg dan Pilpres 2019

Artikel Ini Provokatif Soal E-Voting Pileg dan Pilpres 2019

18 January 2018
Amien Rais Kembali Berulah, Sebut Indonesia Berbau Komunis

Amien Rais Kembali Berulah, Sebut Indonesia Berbau Komunis

18 January 2018
Dilarang, Informasi Jual Beli Pulau Jangan Dipercaya

Dilarang, Informasi Jual Beli Pulau Jangan Dipercaya

18 January 2018
Soal Impor Beras, Ferdinand Hutahean Sudutkan Jokowi

Soal Impor Beras, Ferdinand Hutahean Sudutkan Jokowi

18 January 2018

Recent News

Artikel Ini Provokatif Soal E-Voting Pileg dan Pilpres 2019

Artikel Ini Provokatif Soal E-Voting Pileg dan Pilpres 2019

18 January 2018
Amien Rais Kembali Berulah, Sebut Indonesia Berbau Komunis

Amien Rais Kembali Berulah, Sebut Indonesia Berbau Komunis

18 January 2018
Dilarang, Informasi Jual Beli Pulau Jangan Dipercaya

Dilarang, Informasi Jual Beli Pulau Jangan Dipercaya

18 January 2018
Soal Impor Beras, Ferdinand Hutahean Sudutkan Jokowi

Soal Impor Beras, Ferdinand Hutahean Sudutkan Jokowi

18 January 2018
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2017 StopFitnah.Com

No Result
View All Result
  • Home
  • Kabar
  • Fakta
  • Infografis

© 2017 StopFitnah.Com

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In